Champions League Logo

5 Momen Mempesona Dalam Laga Pertama Liga Champions

Posted on

Liga Champions akhirnya kembali berjalan dan seluruh kontestan sudah memainkan laga pertama nya pada musim kompetisi 2017/18. Di laga perdana babak kualifikasi grup, Chelsea memperoleh kedudukan sangat besar usai unggul 6-0 melawan Qarabag.

Partai big match yang terlaksana di minggu ini ialah Barca melawan Juve di Camp Nou. Klub Catalan memperoleh keunggulan 3-0 dan menegaskan status mereka jadi calon jawara Liga Champions.

Tidak ada basa-basi lagi, mari kita tengok 5 momen yang menarik perhatian di pertandingan Liga Champion minggu ini

1. Bale Dicemooh di Bernabeu

Ketika Real Madrid meraih kemenangan 3-0 atas APOEL Nicosia, terdapat sebuah momen tak terlalu mengenakkan terjadi. Saat Gareth Bale dibawa keluar di menit ke-82 dan digantikan Borja Mayoral, publik Bernabeu mencemooh pesepakbola mereka sendiri. Meskipun performanya ketika itu tidaklah di bawah standar, Bale telah lama jadi incaran cemoohan simpatisan Madrid.

Casemiro juga buka suara demi membela Bale, “Kalian bisa menyaksikan Bale bekerja, dia ingin menghasilkan gol, dan kerap berusaha membantu Real Madrid.” Sementara itu, Cristiano Ronaldo menghasilkan brace dan masuk didalam buku sejarah dengan menghasilkan gol di laga pertama Liga Champions demi Real Madrid selama 6 musim berturut-turut.

2. Premier League Akan Bangkit Lagi

Semenjak Chelsea meraih juara di tahun 2012, dominasi tim Inggris di Liga Champions mengalami kemerosotan. Didalam 5 tahun belakangan, cuma Chelsea dan Manchester City yang mampu tembus 4 besar akan tetapi di musim lalu, cuma Leicester City dapat melesat paling jauh dari seluruh tim ketika mencapai babak perempat final.

Musim ini, Premier League diwakili oleh 5 tim dan tidak hanya Liverpool, masing-masing kesebelasan menjalani start dengan sempurna. Spurs berusaha keras untuk memenangkan 3-1 menghadapi Borussia Dortmund dan Manchester United menundukkan FC Basel 3-0. Manchester City mengalahkan Feyenoord 4-0 dan Chelsea berhasil menaklukan Qarabag 6-0.

Liverpool hanya berlaga seri 2-2 menghadapi Sevilla didalam laga yang semestinya dapat mereka menangkan. Hal tersebut dapat dibilang sebagai awal yang sempurna untuk seluruh tim Inggris sebagai upaya mereka demi memperoleh lagi dominasi mereka yang lenyap di Eropa.

3. Spurs Lepas Kutukan Wembley

Tottenham menghadapi problem yang sama semenjak hijrah sementara ke Stadion Wembley. Sebuah keunggulan didalam 11 pertandingan terakhirnya dan cuma memperoleh satu poin didalam 2 laga Premier League musim ini menjadikan Borussia Dortmund begitu difavoritkan.

Dortmund menjalani babak perdana dengan luar biasa dan menang didalam penguasan bola. Mereka sebaiknya menyeimbangkan kedudukan di babak ke-2 tetapi pilihan wasit yang kurang baik menjadikan hal itu tidaklah terjadi.

Spurs memperoleh keberuntungan dan menghukum Dortmund mengingat performa penjaga gawang Roman Burki yang di bawah standar. Ini merupakan keunggulan besar untuk Spurs dan akhirnya akan mengakhiri kutukan Wembley buat Mauricio Pochettino beserta anak asuhnya.

4. Trio MNC

PSG dapat dibilang begitu serius demi memenangi Liga Champions. Mereka tidaklah akan menghabiskan 400 jt euro cuma untuk memenangi Ligue 1. Neymar dan Kylian Mbappe bersama dengan Edinson Cavani dapat dibilang akan membikin klub Paris mendekati mimpi besar itu dan laga tandang menghadapi Celtic menjadi ujian pertama klub ini.

Dan PSG telah mampu menghasilkan 3 gol di bawah 40 menit. Neymar dan Mbappe masing-masing menghasilkan sebuah gol sementara brace Cavani membikinnya jadi penghasil gol paling banyak klub di pentas Eropa dari 22 gol.

Meskipun trio ini masih tetap dapat lebih baik lagi dan harus bekerja lebih keras lagi demi menghadapi seluruh tantangan, kini trio MNC mulai diperhitungkan oleh lawan-lawannya.

5. Messi Akhirnya Taklukkan Buffon

Lionel Messi sanggup membuktikan kehebatannya kepada dunia namun dia kerap melakukannya dengan cara yang misterius. Pesepakbola Argentina itu kerap tidak berhasil memperoleh gol melawan Gianluigi Buffon didalam 3 peluang dan hal itu dianggap jadi satu diantara noda didalam karirnya. Tetapi, saat Barca melawan Juve di Camp Nou yang lalu, Messi tidaklah bermain mengecewakan.

Lionel Messi menghasilkan 2 gol, sebuah lagi diciptakan Ivan Rakitic, dan nyaris mencetak hat-trick keduanya didalam sepekan. 2 gol Messi tersebut sanggup mendesak penjaga gawang legendaris selevel Buffon memungut bola melalui gawangnya sendiri.

Messi menghasilkan 2 gol sensasional demi membuktikan jika dia masih jadi bintang utama di tim.