Marcus Rashford dan 4 Pemain Muda yang Harus Dinanti pada Premiership

Posted on

Marcus Rashford menyita perhatian publik bersama dengan Manchester United. Marcus Rashford bermain brilian selama pramusim di Amerika Serikat (AS). Alhasil, dia jadi salah satu di antara pesepakbola muda yang patut berjejer bersama dengan bintang-bintang kelas atas pada Premier League 2017-2018. Sosok Marcus Rashford jadi satu di antara perhatian publik kepada sederetan pemain muda. Mereka akan jadi bagian dari kompetisi seru di Liga Inggris. Perseteruan di Premiership kian meningkat.

Di lima tahun terakhir, kompetisi berlangsung semakin sengit. Tim langganan big four, sebagaimana Manchester United, Chelsea, Liverpool, serta Arsenal, tidak lagi mendominasi. Malah dua musim kemarin, Leicester City yang baru masuk ancaman degradasi bisa menjadi juara. Kebalikannya, Manchester United yang menjadi pemegang piala paling banyak Liga Inggris (13 gelar) sudah 2 musim ini tidak memasuki empat besar. Musim kemarin, Chelsea lagi-lagi finis pada urutan pertama. Berbekal pelatih anyar, The Blues mengunci ranking pemuncak dengan mengoleksi 93 poin. Tottenham Hotspur yang musim yang lalu ada di posisi ketiga naik ke posisi kedua setelah mengoleksi 86 poin.

Sementara Manchester City yang jadi jawara musim 2013-2014 ada di posisi ketiga dengan 78 poin. Sedangkan Liverpool yang 2 musim tersingkir dari deretan empat besar, untuk sekarang sukses finis di posisi keempat papan klasemen sehabis mengoleksi 76 poin dari 38 laga. Ketatnya kompetisi di Liga Inggris, jelas menjadi rintangan tersendiri untuk para pemain. Terlebih lagi untuk yang baru pertama kali merasakannya. Namun di luar itu, Liga Inggris pun jadi peluang yang ideal untuk tumbuhnya bintang-bintang anyar. Disamping jadi primadona baru untuk klubnya, hadirnya para rising star ini pun bakal menjadi bumbu penyedap untuk kejuaraan musim selanjutnya. Pengalaman serta mental yang mereka punya dari musim sebelumnya bakal jadi modal bagus untuk menyajikan permainan yang lebih cemerlang ketika musim baru bergulir.

Lalu siapa saja mereka?

Satu di antara satu karakter yang lumayan dominan yakni Marcus Rashford. Pesepakbola yang baru berumur 19 tahun ini sebetulnya bukan sosok baru dalam Liga Inggris. Ketika Luis Van Gaal masih mengurus Manchester United, Rashford mulai tampak ke permukaan. Debutnya bersama dengan Manchester United berlangsung di babak 32 besar Liga Europa 2015/16. Dirinya memasuki line up usai Anthony Martial cedera ketika pemanasan menghadapi Midtjylland. Dalam laga ini, Manchester United unggul 5-1 dan Rashford mencetak dua gol di babak kedua.

Rashford jadi anggota Manchester United paling muda yang mencetak gol di kejuaraan Eropa. Dirinya mengalahkan sejarah yang tadinya dipecahkan oleh bintang Setan Merah, George Best. Rashford lagi-lagi mambuat gol di derby Manchester, 20 Maret 2016. Ini pertama kalinya Manchester United meraih kemenangan di markas Manchester City semenjak 2012. Di umur 18 tahun 141 hari, Rashford menjadi pemain paling muda yang mambuat gol di derby Manchester di Liga Inggris. Ketika Jose Mourinho diandalkan menangani Manchester United, banyak yang takut karier Rashford akan redup. Karena pelatih yang dijuluki The Special One ini terkenal tidak begitu bergairah dengan pemain-pemain muda. Mourinho lebih memilih pesepakbola ternama. Tetapi anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Karena di masa Mourinho, Rashford malah lebih banyak bermain. Selama musim 2016-17, Rashford bermain hingga 53 kali di seluruh kompetisi. Angka ini jauh meningkat dibandingkan dengan musim sebelumnya yang cuma 18 laga. Musim ini kembali bakal menjadi panggung baru untuk Marcus Rashford. Pengalaman yang diperoleh sepanjang dua musim ini akan menjadi modal penting baginya agar lebih bersinar tahun ini.

Gabriel Jesus

Dari Manchester City, menarik menanti aksi Gabriel Jesus. Pesepakbola asal Sao Paulo, Brasil, 3 April 1997 itu dihadirkan dari Palmeiras Januari kemarin. Meskipun baru separuh musim, pesepakbola 20 tahun tersebut sudah mambuat 7 gol dari 10 laga. Debutnya yang menjadi starter bersama dengan Manchester City, cemerlang. Dirinya sukses mambuat satu gol serta satu assist di 1 Februari 2016 dan jadi satu-satunya anggota The Citizens yang sanggup melakukannya ketika pertama menjadi starter pada Liga Inggris. Aksi Jesus bagus untuk dinantikan. Karena gerakan-gerakannya masih khas sepak bola Brasil. Dengan Piala Dunia beberapa bulan yang akan datang, Jesus akan lebih menggila di musim ini.

Dele Alli

Pesepakbola milik Tottenham Hotspur ini tak henti-hentinya membikin fansnya kagum. Dua musim terus-menerus Aksi Dele Alli sanggup membius fans Spurs. Di musim lalu, midfielder berdarah Inggris itu mambuat 18 gol. Bersama dengan Kane dan Eriksen, mantan anggota Milton Keynes Dons itu menjadikan Spurs jadi menyeramkan. Wajar, dua musim berturut, Delle Ali berhasil memegang titel pemain muda terbaik . Manajer Spurs Mauricio Pochettino malah sangat terkesan dengan performanya. Dirinya tidak ragu membandingkannya dengan Neymar yang sekarang jadi pesepakbola paling mahal di dunia usai dibawa dari Barcelona ke Paris Saint-Germain dengan harga 220 jt euro. . Kesempatan Alli kembali bersinar makin besar sebab Spurs tidak begitu bergairah di bursa transfer musim panas ini. Peluang ini jelas membuatnya masuk ke skuad inti Spurs tetap terjaga sebagaimana musim sebelumnya.

Kelechi Iheanacho

2 musim menguatkan Manchester City memang tidak memberi tempat skuad inti untuk pesepakbola berdarah Nigeria ini. Semenjak dihadirkan 2015 lalu, pesepakbola kelahiran Imo, Nigeria, 3 October 1996 itu lebih banyak mendapatkan peran jadi pemain pelapis. Tercatat, baru 11 kali dirinya bermain jadi starter di Liga Inggris. Tetapi hal tersebut tidak menjadikannya berhenti berkontribusi. Kebalikannya, nyaris setiap mendapatkan kesempatan bermain, Iheanacho sanggup memberi performa gemilang. Opta mencatat jika pria yang masuk ke utama City dari musim 2015/2016 itu sebagai pesepakbola dengan rasio gol per menit yang paling baik didalam sejarah Liga Inggris, yaitu 96 menit per gol. Disamping itu, koleksi 12 gol di Liga Inggris ditorehkannya cuma dalam 19 tendangan. Tetapi musim ini, Iheanacho tidak bakal bermain bersama dengan Manchester City. Karena pemain berumur 20 tahun itu sudah resmi membela Leicester City.

Dominic Solanke

Liverpool secara mengagetkan membawa Solanke ke bursa transfer musim panas ini dengan status bebas transfer. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp membaca peluang besar didalam sosok pemain berumur 19 tahun tersebut. Dengan postur yang tinggi serta fisik yang bagus, Solanke dianggap sebagai penyerang serbaguna. Banyak yang memprediksi Solanke akan bermain di klub cadangan atau U-21, namun Klopp berjanji bakal memberikannya kesempatan di klub utama. Apakah kelima rising star 2016/17 ini bakal terus bersinar dimusim ini? Atau malah makin redup dengan kedatangan bintang-bintang anyar? Jawabannya bakal tersaji ketika Liga Inggris 2017-18 mulai berlangsung akhir minggu ini.